suku di indonesia
source:phinemo.com

14 Suku di Indonesia Berdasarkan Provinsi Asalnya

Posted on 15 views

Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari 17.504 pulau dengan ragam budaya, bahasa, agama, dan suku bangsa.

Beberapa suku terlihat lebih besar, dan beberapa yang lain dianggap sebagai sub-suku dari suku yang lebih besar. Ada juga sejumlah suku di Indonesia yang populer di kalangan internasional.

Masing-masing suku tersebut memiliki keunikan dan budaya berbeda, yang berkontribusi pada kekayaan budaya Indonesia secara keseluruhan. Ada suku di Indonesia yang masih tinggal di sudut paling terpencil di negeri ini, mencari makan dengan berburu, tinggal di rumah pohon, dan banyak lagi. Berikut daftarnya.

  1. Suku Mante

Mante/Manti adalah salah satu suku di Indonesia yang paling tua, yang sering disebut dalam cerita rakyat Aceh alias dianggap sebagai mitos belaka oleh mayoritas orang. Hal ini karena suku Mante sangat jarang terliput lensa kamera dan sulit ditemukan, sehingga belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

suku mante
source:youtube.com

Berbagai sumber yang ada juga masih simpang siur dan remang-remang. Ada yang mengatakan bahwa suku ini hanyalah isapan jempol belaka, tapi banyak juga yang meyakini keberadaannya. Berikut adalah sejumlah penjelasan berbeda dari beberapa sumber yang ada:

  • Sumber 1

Ada sumber lawas yang mengatakan bahwa suku Mante awalnya merupakan rumpun bangsa Melayu Proto, yang kemudian bermigrasi ke Aceh melalui Semenanjung Melayu dan menetap di Rimba Raya Aceh (pedalaman hutan Aceh).

  • Sumber 2

Pernah juga ada seorang sejarawan dan antropologi berkebangsaan Belanda bernama Christiaan Snouck Hurgronje yang meneliti wilayah Aceh secara keseluruhan. Ia menyebutkan bahwa suku Mante memang ada dan memiliki ciri-ciri tubuh lebih kecil dibanding suku kebanyakan.

  • Sumber 3

Sumber lain datang pada sekitar tahun 80-an, dari seorang penjelajah hutan bernama Gusnar Effendy. Ia mengatakan bahwa saat menjelajah hutan Aceh, tepatnya di belantara Lokop (Aceh Timur), ada suku Mante dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan oleh sumber sebelumnya, yaitu berbadan kecil / kerdil.

Menurut pengakuan Gusnar Effendy, ia tidak hanya melihat satu orang tapi puluhan, yang tinggal secara berkelompok di dalam gua pada malam hari dan mencari makan dengan menyusuri sungai-sungai pada siang hari.

  • Sumber 4

Sumber terbaru datang pada Maret 2017 dalam bentuk rekaman video. Ada sekelompok bikers yang kala itu menjelajahi hutan Aceh, dan secara tidak sengaja melihat serta merekam seseorang yang berjenis kelamin laki-laki dan tanpa busana, yang penampakannya mirip dengan suku Mante.

Namun, pria dalam video itu terkejut dan langsung kabur. Video singkat tersebut diupload ke YouTube dan langsung viral, bahkan pemerintah Aceh langsung menurunkan tim pencari. Namun sayangnya, keberadaan mereka tidak pernah ditemukan hingga sekarang.

  1. Suku Dayak

Dayak adalah suku asli Pulau Kalimantan sekaligus salah satu suku di Indonesia yang jumlahnya paling banyak. Karena suku ini memiliki lebih dari 400 sub-suku yang tersebar di hutan Kalimantan. Salah satu sub suku Dayak yang paling primitif adalah Dayak Punan.

suku dayak
source:pangajar.co.id

Masyarakat luar bahkan hampir tidak dapat berkomunikasi dengan suku tersebut karena tempat tinggalnya berada jauh di dalam hutan yang berbahaya. Secara harfiah, “Dayak” berarti orang yang tinggal di daerah hulu (jauh dari daerah kota). Karakteristik Suku Dayak adalah:

  • Bertato

Salah satu suku di Indonesia ini dikenal memiliki banyak budaya ekstrim yang membuatnya menjadi pusat perhatian Indonesia dan negara lain di dunia, salah satunya adalah tato. Bagi orang Dayak, tato adalah lambang kehormatan yang juga dapat meningkatkan status sosial.

Masyarakat Dayak meyakini bahwa saat meninggal nanti, tato hitamnya akan berubah menjadi keemasan, dan tubuh jenazah akan bercahaya. Kepopuleran tato ini bahkan membuat seorang vokalis band Amerika (Anthony Kiedis) datang ke pedalaman hutan Kalimantan untuk berburu motif tato Dayak (tahun 1985).

  • Pakaian Khas

Ciri fisik lain dari suku ini adalah menggunakan anting-anting besar yang merusak telinga dan mengenakan pakaian warna-warni yang dihiasi dengan potongan gading, gigi hewan mati, bulu-bulu, dan aneka manik-manik.

  • Kepercayaan/Agama

Mayoritas Suku Dayak menganut agama Kristen, tapi banyak juga yang masih percaya pada batu, binatang tertentu, dan arwah nenek moyang, yang sangat mirip dengan kepercayaan Hindu kuno pada abad ke-20. Suku ini juga sangat percaya akan kebesaran dan kekuatan alam, sehingga mereka taat pada hukum alam.

Hingga kini, kelompok suku ini masih tinggal di alam rimba Kalimantan dan dilarang berbaur dengan peradaban lain di luar perbatasan Dayak. Saat area tempat tinggalnya mulai tercium oleh masyarakat luar, kelompok suku Dayak akan berpindah ke hutan atau gua lain.

  1. Suku Badui

Suku ini tinggal di Lebak Banten Pulau Jawa, tepatnya di Desa Kanekes yang berada di kaki pegunungan Kendeng Kecamatan Leuwidamar. Secara historis, suku di Indonesia ini adalah warga Pajajaran yang mengungsi ke pedalaman Banten saat Sunda Kelapa dikuasai oleh Kerajaan Demak pada tahun 1527.  

suku badui
source:wukitravel.com

Dari sejak itu hingga kini, Suku Badui memiliki gaya hidup yang sangat sederhana. Suku ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu badui dalam (kuno) dan badui luar (agak modern). Kelompok pertama sangat menentang modernisasi apapun, melarang interaksi dengan dunia luar, serta menolak diliput dan difoto.

Orang-orang badui kuno tidak mengenyam pendidikan, hidup tanpa listrik, mobil, gadget, berjalan tanpa alas kaki, tidak ada perawatan kesehatan, dan tidak bergantung pada pemerintah. Badui kuno juga memiliki seni tenun yang diajarkan secara turun temurun dan anti menghancurkan pohon.

Suku ini sangat percaya bahwa merawat alam akan menjamin kesejahteraan hidup. Dan mereka akan sangat sedih jika menemukan hutan di sekitarnya rusak dan hancur. Namun kelompok badui luar lebih fleksibel, terbuka terhadap peradaban modern, dan mampu menerima orang dari luar kelompoknya.

Bahkan, Badui luar sering terlihat melintas di pinggir jalan raya perkotaan untuk menjual madu atau berkunjung ke rumah saudara. Ciri khas pakaiannya adalah celana pendek dan ikat kepala kain berwarna putih. Hal paling populer dari suku di Indonesia ini adalah kemampuannya meramal.

  1. Suku Jawa

Suku Jawa dikenal dengan sifat lemah lembut, sopan, dan memiliki tata krama bagus. Ciri khas lainnya adalah logat medok yang susah dihilangkan. Suku terbesar di Nusantara ini tidak hanya mendiami tanah Jawa, tapi juga seluruh pelosok negeri akibat transmigrasi besar pada tahun 90-an (Orde Baru).

suku jawa
source:pegawaijalanan.com

Suku di Indonesia ini memiliki banyak sekali warisan nenek moyang, seperti candi-candi, wayang kulit, berbagai macam keris dan alat musik tradisional, bahasa dan aksara Jawa, serta deretan budaya kejawen yang cukup terkenal. Asal-usul Suku Jawa menurut beberapa versi adalah sebagai berikut:

  • Babad Tanah Jawa

Menurut Babad Tanah Jawa, suku Jawa berasal dari kerajaan kuno bernama Keling. Kerajaan ini mengalami perebutan kekuasaan dan berada di situasi yang kacau. Kemudian, seorang pangeran kerajaan yang tersisih bersama dengan para pengikutnya meninggalkan kerajaan dan mengembara.

Hingga akhirnya, rombongan menemukan pulau tak berpenghuni dan gotong-royong membangun pemukiman. Terbentuklah sebuah kerajaan baru bernama Javacekwara. Keturunan dari pangeran tersebut yang akhirnya diyakini sebagai nenek moyang etnis Jawa.

  • Menurut Surat Keraton Malang

Dalam surat kuno ini disebutkan bahwa suku Jawa berasal dari Kerajaan Turki tahun 450 SM. Kala itu, Raja Turki mengutus rakyatnya memperluas kekuasaan dengan mengembara dan membangun pemukiman baru. Kelompok migrasi tersebut tiba di sebuah tanah subur yang disebut dengan Tanah Jawi.

Karena banyaknya bahan pangan yang tersedia, migrasi Kerajaan Turki semakin banyak dan akhirnya menjadi nenek moyang suku Jawa.

  • Menurut Tulisan Kuno India

Sebuah tulisan kuno dari India menyebutkan bahwa kepulauan Nusantara pada jaman dulu menyatu dengan daratan Australia dan Asia. Tapi suatu hari, musibah besar datang dan membuat kepulauan besar terpecah.

Kemudian, datanglah seorang pengelana bernama Aji Saka dan pengikutnya ke Pulau Jawa, yang diyakini sebagai leluhur suku Jawa saat ini.

  • Menurut Arkeolog

Para ahli arkeologi memiliki pendapat yang berbeda, yang meyakini bahwa nenek moyang suku Jawa adalah penduduk asli dalam negeri (pribumi). Hal ini terbukti dari penemuan fosil manusia purba yang memiliki DNA sama dengan suku Jawa saat ini.

  • Pendapat Sejarawan

Seorang sejarawan bernama Von Hein Geldern mengatakan bahwa pada zaman neolitikum (2000 SM), telah terjadi migrasi besar-besaran dari Tiongkok selatan (Yunan) ke Indonesia. Dengan kata lain, nenek moyang suku Jawa adalah orang Yunan.

  1. Suku Batak

Nama Batak diberikan kepada masyarakat asli yang tinggal di Provinsi Sumatera Utara. Suku di Indonesia ini memiliki sub-suku yang terdiri dari Batak Karo, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.

suku batak
source:genpi.co

Suku Batak terkenal dengan marga-marganya, yang diambil dari garis keturunan laki-laki. Menurut kepercayaan masyarakat Batak, marga Batak berasal dari Si Raja Batak yang dipercaya sebagai asal muasal orang Batak.

Suku Batak memiliki banyak sekali unsur budaya, mulai dari tarian, alat musik, baju adat, dan upacara tradisional. Tarian tradisional paling populer dari Batak adalah tari Serampang 12 dan tor-tor, alat musik paling terkenal adalah gong dan saga, sedangkan baju adat yang mewakili suku Batak adalah ulos.

Ulos biasa dipakai di hampir semua upacara adat Batak, seperti lamaran, pernikahan, pemakaman, pembangunan rumah baru, penyerahan pusaka, pesta tahunan, dan penyambutan tamu agung. Pakaian ini terbuat dari kain sutra berwarna dasar merah dan bermotif gorga.

Ciri khas orang Batak adalah memiliki gaya bicara yang keras dan lantang, yang seolah terdengar seperti sedang marah-marah. Dan sama seperti suku Jawa, suku Batak tidak hanya ada di provinsi asalnya tapi juga menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Karena suku Batak memang suka merantau.

Warga Batak memiliki wilayah sakral di Pulau Samosir, yang diyakini sebagai tempat para Raja Batak dan keluarganya tinggal. Lokasi paling terkenal adalah Gunung Pusuk Buhit, yang merupakan tempat sakral tertinggi dan dipercaya sebagai lokasi munculnya Mulajadi Na Bolon (Dewa Batak).

Saat hiking ke Pusuk Buhit, Anda akan melihat sebuah batu raksasa bernama Hobon, yang dianggap sebagai batu keramat. Bentuknya mirip dengan peti besar, yang konon bagian dalamnya adalah tempat untuk menyimpan barang berharga dan pusaka raja Batak zaman dulu.

  1. Suku Asmat

Sebuah kelompok etnis yang tinggal di Pulau Papua disebut dengan Suku Asmat. Suku di Indonesia bagian timur ini melabeli dirinya sebagai titisan Dewa di tanah Papua. Julukan yang banyak diberikan kepada suku ini adalah “Mantan kanibal tapi seniman hebat”.

suku asmat
source:phinemo.com

Disebut demikian karena di masa lalu, para pria suku ini suka berburu kepala musuh untuk membuktikan kejantanannya. Sedangkan tubuh korban dijadikan sebagai konsumsi kanibal. Namun, kebiasaan ini sudah tidak lagi dilakukan.

Dan memiliki gelar seniman hebat karena suku ini sangat berbakat dalam memahat kayu. Ukirannya yang memiliki karakter unik dan khas bahkan banyak diminati oleh para kolektor dunia. Kepopuleran suku ini membuat banyak peneliti negara lain datang ke Papua untuk mempelajari kehidupan masyarakat Asmat.

Para peneliti tersebut membuktikan bahwa hingga saat ini Suku Asmat masih melestarikan budaya dan aliran sesatnya. Banyak yang memeluk agama Kristen, tapi kelompok yang tinggal di pedalaman masih mempraktikkan animisme.

Para animisme biasanya tinggal di daerah pedalaman Papua yang belum terjamah, dikelilingi oleh hutan lebat dan sungai penuh buaya. Kelompok ini suka tinggal di rumah pohon yang tingginya bisa mencapai 25 meter dari permukaan tanah.

Ciri-ciri fisik Suku Asmat adalah berkulit gelap, terdapat coretan-coretan berwarna putih di bagian badan dan wajah, memakai topi berhiaskan bulu-bulu dan ijuk, suka bertelanjang dada, dan menggunakan bawahan berbahan jerami yang bentuknya mirip dengan rok pendek. 

  1. Suku Sunda

Semua orang Indonesia tahu bahwa Suku Sunda berasal dari Provinsi Jawa Barat. Suku ini dikenal dengan sikapnya yang lembut, ramah, dan ceria. Gadis Sunda bahkan dinominasikan sebagai salah satu gadis tercantik di Indonesia.

suku sunda
source:inapos.com

Suku di Indonesia ini melestarikan musik tradisional angklung yang kini diajarkan di sebagian besar sekolah dasar di Bandung (ibukota Jawa Barat). Sedangkan makanan tradisional Sunda yang populer adalah pepes (ikan kukus, ayam, atau tahu yang dibungkus daun pisang) dan gado-gado.

Ada juga tarian tradisional Sunda yang mendunia, bernama tari jaipong. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara hiburan, festival budaya, dan berbagai lomba. Bahkan, jaipong pernah dipentaskan di Irak dalam Festival Internasional Babylon.

Kesenian Sunda lainnya yang juga dikenal hingga mancanegara adalah Si Cepot (wayang golek). Boneka kayu ini menceritakan tentang kisah-kisah zaman dulu dengan menggunakan bahasa Sunda, seperti kisah Ramayana dan Mahabharata.

Si Cepot bahkan pernah ditampilkan di Amerika dan sejumlah negara Asia lainnya. Adapun agama mayoritas dari suku ini adalah Islam. Meski begitu, ada juga yang memeluk Hindu, Kristen, dan Sunda Wiwitan.

  1. Suku Betawi

Betawi adalah suku di Indonesia yang merupakan penduduk asli Jakarta. Seorang sejarawan bernama Sagiman MD mengatakan bahwa suku ini sudah ada sejak zaman Neolitikum. Suku ini tidak pernah meninggalkan kesenian boneka masif yang disebut ondel-ondel.

suku betawi
goodnewsfromindonesia.id

Tokoh wayang besar tersebut biasa ditampilkan secara berpasangan dalam berbagai pertunjukan rakyat Betawi Jakarta, festival budaya, atau untuk menyambut tamu kehormatan. Kesenian lainnya yang juga populer adalah tari yapong, lenong, tari lenggang nyai, dan tari ngarojeng.

Tari yapong biasa dimainkan saat hari jadi Kota Jakarta. Sedangkan lenggang nyai identik dengan musik gambang kromong dan kostum berwarna merah yang mirip dengan budaya Cina. Alat musik lain yang juga terkenal dari Betawi adalah tanjidor. Namun saat ini, tanjidor sudah mulai jarang ditemukan dan dimainkan.

  1. Suku Bali

Sesuai namanya, salah satu suku di Indonesia ini berasal dari Pulau Bali. Mayoritas masyarakat Bali masih menghormati ajaran leluhurnya, seperti menggunakan bahasa dan pakaian adat Bali, melestarikan berbagai kesenian dan budaya Bali, menganut agama nenek moyang yaitu Hindu, dan banyak lagi.

suku bali
source:tambahpinter.com

Budaya Bali sudah terkenal di berbagai negara di dunia, dan banyak turis asing datang ke Bali untuk menyaksikan kekayaan budayanya. Budaya Bali tidak pernah jauh dari seni pertunjukan dan patung. Bahkan, orang Bali seringkali disebut seniman karena bisa melakukan berbagai jenis kegiatan seni.

Masyarakat Bali saat ini memiliki nenek moyang yang dikenal dengan nama Suku Aga. Suku ini masih tersisa hingga saat ini, yang kebanyakan tinggal di daerah pegunungan di dalam rumah bertembok tinggi dan tertutup dari dunia luar.

Desa Tenganan dan Desa Trunyan di Bali adalah tempat tinggal Suku Aga saat ini. Kedua desa ini memiliki ciri khas yang berbeda. Desa Tenganan identik dengan festival budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun, biasanya Juni atau Juli, yang disebut dengan Udaba Sambah.

Sedangkan Desa Trunyan memiliki tradisi unik untuk tidak menguburkan atau mengkremasi orang meninggal, tapi ditempatkan di bawah pohon beringin. Konon, bau dari si jenazah tidak akan tercium karena tertutup oleh aroma yang dipancarkan pohon beringin.

  1. Suku Minangkabau

Minangkabau adalah salah satu suku di Indonesia yang paling terkenal, setelah suku Jawa. Suku ini adalah sebutan untuk penduduk asli Sumatera Barat, yang juga sering hanya disebut “Minang”. Sebagian besar Suku Minang adalah pemeluk agama Islam, dan dialeknya memiliki kemiripan dengan orang Melayu.

suku minangkabau
source:saribundo.biz

Suku Minangkabau memiliki budaya matriarkal. Artinya, rumah orang tua akan menjadi milik anak perempuan, dan perempuan tersebut membayar mas kawin kepada keluarga laki-laki saat akan melangsungkan pernikahan.

Di kalangan orang Minang, anak laki-laki yang memasuki usia 12 atau 14 tahun seringkali tinggal di masjid atau pondok pesantren, sedangkan anak perempuan tetap tinggal bersama keluarga.

Dan setelah mencapai usia 20-an awal, anak laki-laki akan keluar dari kampung halamannya untuk mencari pekerjaan, pengalaman, dan ilmu, yang nantinya akan sangat berguna ketika berkeluarga. Karena itu, banyak orang Minang yang merantau ke Pulau Jawa dan bahkan luar negeri.

Banyak yang menganggap bahwa Suku Minang sama dengan orang Padang, karena Padang adalah ibukota Provinsi Sumatera Barat. Namun sebenarnya, kedua suku ini cukup berbeda, baik dalam hal budaya maupun adat istiadat.

  1. Suku Madura

Sesuai namanya, salah satu suku di Indonesia ini berasal dari Pulau Madura yang berada di sebelah timur laut Provinsi Jawa Timur. Suku ini juga cukup populer karena banyaknya orang Madura yang pindah ke pulau lain di Indonesia.

suku madura
source:suarawajarfm.com

Karakteristik orang Madura adalah pekerja keras dan gigih. Dialek bicaranya yang khas juga membuat orang Madura mudah dikenali. Biasanya, pria Madura dewasa suka memakai baju adat yang identik dengan motif garis-garis berwarna merah putih dan outer berwarna hitam polos.

Salah satu budaya Suku Madura yang terkenal adalah Karapan Sapi, yaitu perlombaan sapi tradisional yang diadakan setiap bulan Agustus atau September. Kabarnya, mobil sport Lamborghini Hybrid terinspirasi dari balapan Karapan Sapi ini.

Tradisi unik lain yang masih dilestarikan oleh Suku Madura adalah toktok (aduan sapi ala Masalembu), rokat (menghanyutkan sesaji ke laut), nadar (tabur bunga dan pembacaan doa di makam leluhur hingga menginap di sekitar makam), dan ojung (adu fisik sesama lelaki dengan properti rotan sepanjang 1 meter).

  1. Suku Akit

Suku Akit merupakan salah satu suku di Indonesia yang terasing dan tertua. Suku ini berasal dari pesisir Kepulauan Riau, sehingga dikenal juga dengan nama Suku Laut. Adapun nama Akit diadaptasi dari tempat tinggalnya yang berbentuk rumah rakit.

suku akit
source:seriau.com

Kemudian dengan rakit tersebut, mereka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, ke pantai, laut dan sungai. Hingga saat ini, sebagian orang dari Suku Akit masih memiliki gaya hidup yang sederhana.

Salah satunya adalah mencari makan dengan mengumpulkan bahan-bahan makanan dari hutan, persis seperti cara nenek moyang di zaman prasejarah.

  1. Suku Bugis

Bugis adalah suku di Indonesia kawasan timur, tepatnya di Sulawesi Selatan. Hanya di suku ini Anda dapat menemukan orang-orang dapat mengangkut rumahnya ketika pindah. Sudah menjadi tradisi bahwa setiap kali sebuah keluarga akan pindah, orang-orang di desa akan membantu.

suku bugis
source:indephedia.com

Namun kini, tradisi tersebut sudah jarang sekali ditemukan, karena masyarakat Bugis masa kini lebih memilih tinggal di rumah permanen dan modern. Orang Bugis juga percaya dengan mitos yang mengatakan bahwa tersenyum di pagi hari dapat meningkatkan kecantikan seorang wanita.

Sejarah menyebutkan bahwa kerajaan yang tumbuh pada masa awal suku Bugis adalah Kerajaan Bone, Kerajaan Makassar, Kerajaan Soppeng, dan Wajo. Orang Bugis jaman dulu dikenal dengan kepiawaiannya mengarungi samudra. Alasan adalah adanya konflik antar beberapa kerajaan tadi pada abad ke 16-19.

Namun masyarakat Bugis saat ini lebih banyak yang bertani, memancing, dan berdagang. Sebagian kaum perempuan membantu laki-laki bertani dan sebagian yang lebih tua menenun sarung sutra yang merupakan kain tradisional Bugis-Makassar.

Banyak dari pernikahan Bugis yang masih diatur oleh orang tua, yang biasanya dijodohkan dengan sepupu sendiri. Pasangan pengantin baru juga seringkali harus tinggal bersama keluarga istri selama beberapa tahun pertama.

  1. Suku Sakai

Sakai adalah salah satu suku di Indonesia yang hidup harmonis berdampingan dengan alam. Secara historis, nenek moyang Sakai adalah keturunan Kerajaan Melayu yang pernah ada di Sumatera Barat. Dahulu, suku ini hidup dengan cara berpindah-pindah (nomaden).

suku sakai
source:bengkaliskab.go.id

Pola hidup tersebut membuat Sakai meninggalkan jejak-jejak budaya di beberapa titik di Indonesia, hingga akhirnya mereka sampai dan menetap di Riau. Salah satu benda peninggalan Suku Sakai adalah timo, yaitu wadah berbentuk lingkaran yang terbuat dari kulit kerbau kering.

Bagian kanan kiri wadah terdapat tali yang terbuat dari rotan. Konon, fungsi timo adalah untuk menampung madu. Data dan peta sosial Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Sakai hidup di daerah pedalaman/terpencil yang jauh dari modernisasi, sehingga kekurangan akses pendidikan.

Meski tinggal di daerah terpencil, masyarakat Sakai selalu melestarikan budayanya. Hal ini terlihat dari keteguhan masyarakat Sakai yang mempertahankan rumah adatnya dan tidak mau tinggal di rumah jenis lain, bahkan yang modern sekalipun.

Menurut catatan sensus penduduk pada tahun 2010, suku di Indonesia sebenarnya berjumlah lebih dari 1.000. Namun, suku paling dominan yang jumlahnya relatif lebih besar adalah 14 daftar di atas. Sebelum Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, beberapa suku menganggap dirinya sebagai negara individu.

Namun setelah Sumpah Pemuda, sebagian besar suku bersatu dan menyebut dirinya sebagai “orang Indonesia”. Dan setelah kemerdekaan, lebih banyak lagi suku yang bersatu dan membentuk negara kesatuan yang saat ini dikenal sebagai Indonesia.

Referensi:
  1. https://www.merdeka.com/jabar/15-macam-suku-di-indonesia-yang-wajib-diketahui-dari-daerah-asal-hingga-keunikannya-kln.html
  2. https://www.boombastis.com/menguak-suku-mante/97158
  3. https://steemit.com/culturevulture/@akukamaruzzaman/tato-dayak-dan-secuil-kisah-perburuan-anthony-kiedis-67350f3144af9
  4. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200708113303-269-522207/mengenal-suku-baduy-dan-wasiat-leluhurnya-untuk-menjaga-alam
  5. https://travel.detik.com/travel-news/d-4921040/mengenal-suku-jawa-sejarah-dan-kebudayaannya
  6. https://www.romadecade.org/suku-jawa/#!
  7. https://www.boombastis.com/asal-usul-suku-batak/211122
  8. https://www.romadecade.org/suku-sunda/
  9. https://www.kintamani.id/mengenal-suku-bali-aga-masyarakat-asli-penduduk-pulau-bali-007104.html
  10. https://surabaya.liputan6.com/read/4103356/5-tradisi-unik-suku-madura-yang-masih-dilestarikan
  11. https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/suku-sakai-hidup-harmonis-berdampingan-dengan-alam
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *