source:detik.com

28 Pakaian Adat terkenal dari Berbagai Provinsi di Indonesia

Posted on 38 views

Dengan lebih dari 17.000 pulau yang dihuni oleh berbagai suku dan pemeluk agama, membuat Indonesia menjadi negeri yang kaya akan adat dan budaya. Keragaman ini tercermin pada berbagai lagu daerah, seni tari, kerajinan tangan, dan bahkan pakaian adat.

Pakaian adat adalah busana identitas yang menunjukkan jati diri suatu suku bangsa atau wilayah geografis tertentu. Setiap baju adat tersebut juga memiliki makna, filosofi, sejarah, dan ciri khas berbeda. Inilah 28 baju adat Indonesia yang mungkin belum Anda ketahui.

  1. Pakaian Adat Bali

Saat berlibur ke Bali, Anda pasti pernah melihat orang Bali lokal mengenakan pakaian tradisional yang indah. Para wanita memakai atasan putih atau kebaya warna-warni yang dipasangkan dengan kain batik (kamen), sabuk prada, dan hiasan bunga di bagian rambut.

pakaian adat bali
source:matamata.com

Sedangkan para pria mamakai kemeja putih berlengan pendek yang identik dengan dua saku di bagian bawah kanan kiri dan satu saku di bagian dada. Baju atasan ini disebut dengan safari. Terdapat juga udeng (kain penutup kepala) dan kamen sebagai bawahan.

  1. Pakaian Adat Papua

Baju adat Papua disebut dengan ewer, yang secara fisik berbentuk seperti rok tapi tidak terbuat dari kain. Masyarakat Papua membuat baju adat dengan sumber daya yang sangat alami dan dengan teknik yang sederhana, yaitu dari daun lontar atau jerami yang dikeringkan lalu disatukan dengan serat tumbuhan.

pakaian adat papua
source:bukalapak.com

Pada awalnya, pria dan wanita Papua tidak menggunakan baju atasan alias bertelanjang dada. Tapi pengaruh modernisasi membuat masyarakat Papua lebih sadar akan kesopanan dan mengenakan atasan berupa baju kurung yang terbuat dari beludru berhiaskan rumbai di bagian leher, lengan, atau pinggang.

Terdapat juga bulu burung cendrawasih yang digunakan sebagai aksesoris gelang dan kalung atau hiasan kepala. Sebagai pelengkap, orang Papua suka melukis wajah dan tubuh dengan warna putih yang berasal dari gading babi.

  1. Pakaian Adat Jawa Tengah

Baju adat Jawa Tengah didominasi dengan warna coklat dan hitam, dalam bentuk kebaya dan kain batik sinjang atau jarik. Rambut wanita ditata dalam bentuk sanggul dan dilengkapi perhiasan berupa anting, cincin, kalung, dan gelang emas.

pakaian adat jawa tengah
source:elevenia.co.id

Sedangkan para pria menggunakan beskap, bawahan kain jarik, blangkon di bagian kepala, keris di bagian pinggang, dan sandal selop. Baju adat ini awalnya hanya dikenakan oleh kaum bangsawan dan keluarga kerajaan, tapi saat ini bisa dipakai oleh semua kalangan dan kerap dijadikan pakaian upacara adat.

  1. Pakaian Adat Aceh

Masyarakat Aceh memiliki pakaian adat bernama ulee balang, yang dibagi lagi menjadi dua istilah berdasarkan gender si pemakai. Untuk pakaian Aceh laki-laki, namanya adalah linto baro, sedangkan untuk perempuan disebut daro baro.

pakaian adat aceh
source:goodnewsfromindonesia.id

Linto baro terdiri dari baju atasan yang disebut meukasah, celana yang disebut siluweu, kain sarung bernama ijo krong, siwah atau rencong yang menjadi senjata tradisional khas Aceh, dan penutup kepala bernama meukeutop.

Meukasah biasanya terbuat dari kain beludru berwarna dasar hitam, yang merupakan simbol keagungan dalam tradisi Aceh. Terdapat juga ukiran benang warna emas yang merupakan simbol perdagangan dan tukar budaya masa lalu dengan orang Tionghoa.

Sedangkan daro baro pada umumnya memiliki warna yang lebih cerah dari linto baro. Beberapa warna yang biasa digunakan adalah merah, kuning, hijau, atau ungu. Untuk desainnya sendiri, baju ini sangat islami dan tertutup.

  1. Pakaian Adat Sumatera Barat

Suku Minangkabau yang tinggal di Sumatera Barat memiliki baju adat bernama bundo kanduang. Untuk pria, pakaian ini terdiri dari celana panjang, atasan berbahan kain songket yang dianyam (disebut teluk belanga), dan penutup kepala bernama saluak.

pakaian adat sumatra barat
source:adatindonesia.org

Sedangkan wanita memakai kebaya panjang, rok panjang yang mirip dengan kain sarung, penutup kepala berbahan kain, dan salempang (kain songket yang ditaruh di pundak). Aksesoris pria biasanya berupa keris atau rongkat, dan untuk wanita berupa kalung, cincin, dan gelang.

  1. Pakaian Adat Jawa Barat

Secara historis, pakaian adat etnis Sunda di Jawa Barat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan kastanya, yaitu:

pakaian adat jawa barat
source:goodminds.id
  • Kelas Bawah

Kalangan ini biasanya terdiri dari para petani dan rakyat biasa. Baju adat untuk pria berupa celana komprang, baju atasan bernama pangsi, dan sarung yang ditaruh di pundak. Sedangkan untuk wanita berupa kebaya dan sinjang bundel sebagai bawahan.

  • Kalangan Menengah

Orang-orang yang masuk dalam kelompok ini biasanya berprofesi sebagai pengusaha, pedagang, atau saudagar. Para pria menggunakan atasan berwarna putih yang disebut baju bedahan, dan bawahan berupa kain kebat, lalu dipadukan dengan sabuk dan ikat kepala bernama bengker.

Sedangkan kaum wanita mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain kebat sebagai bawahan dan selendang berwarna di bagian pundak.

  • Menak (Kaum Bangsawan)

Keluarga bangsawan Jawa Barat zaman dulu menggunakan jas beludru hitam bermotif benang emas, celana panjang, dan sabuk emas yang dipadukan dengan bendo (penutup kepala).

Sedangkan para wanita mamakai kebaya beludru dengan hiasan manik-manik, bawahan berupa kain kebat, dan sandal selop hitam berbahan beludru. Aksesoris tambahannya berupa perhiasan dan rambut yang disanggul.

Namun saat ini, pembagian baju adat berdasarkan kasta sudah tidak lagi dilakukan. Ketiganya bisa dibeli dan digunakan oleh siapa saja.

  1. Pakaian Adat Jawa Timur

Pakaian adat Jawa Timur dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi dan daerah asalnya, yaitu:

pakaian adat jawa timur
source:idntimes.com
  • Mantenan

Mantenan adalah baju pernikahan khas Jawa Timur yang berbahan beludru hitam, baik untuk pria maupun wanita. Atasan ini dipadukan dengan bawahan kain jarik dan aksesori berupa sabuk emas, odheng (ikat kepala), dan kain selempang. Rambut wanita ditata dalam bentuk sanggul dan ditambahkan bunga melati.

  • Pesa’an

Baju dari Madura ini biasa digunakan oleh laki-laki dalam keseharian dan berbagai upacara. Pesa’an memiliki visual yang sederhana berupa kaos garis-garis berwarna merah putih dan celana kain longgar berwarna hitam, yang dipadukan dengan penutup kepala kain khas Madura.

  • Rancongan

Rancongan adalah kebaya pasangan untuk pesa’an. Kebaya ini identik dengan warna merah dan memiliki model sederhana, yang dipadukan dengan bawahan kain batik bermotif storjan, lasem, atau tebiruan.

  • Baju Cak dan Ning

Ibukota Jawa Timur, yaitu Surabaya, memiliki pakaian adat bernama baju cak dan ning, yang biasa dikenakan oleh peserta Kontes Bujang dan Gadis. Baju cak (pria) terdiri dari celana kain panjang yang dilapisi jarik dan atasan berupa beskap.

Saku di dada kiri beskap biasa disematkan aksesori berupa sapu tangan merah. Sedangkan baju ning (wanita) terdiri dari atasan kebaya, jarik sebagai bawahan, dan selendang motif renda sebagai penutup kepala.

  1. Pakaian Adat Betawi

Baju adat Betawai untuk laki-laki terdiri dari koko putih lengan panjang (sadariah), celana batik panjang, sorban yang dikalungkan pada leher atau pundak, dan peci hitam. Ada juga ujung serong (atasan mirip jas berwarna hitam) yang biasanya dikenakan pada acara formal.

pakaian adat betawi
source:blogkulo.com

Sementara untuk wanita, atasannya berupa kebaya encim berwarna terang dan bawahan kain batik bermotif geometri, bunga, ondel-ondel, atau yapong. Lalu ditambahkan kerudung polos yang warnanya bertabrakan dengan kebaya.

  1. Baju Adat Sumatera Selatan

Penduduk Sumatera Selatan biasa menggunakan baju adatnya sebagai busana pernikahan, yang disebut dengan aesan gede. Nama ini erat kaitannya dengan julukan Sumatera sebagai pulau emas.

Karenanya, aesan gede memiliki ciri khas berwarna merah dan emas. Terdapat juga aksesoris emas dalam bentuk gelang, kalung, dan penutup kepala/mahkota.

  1. Baju Adat Riau

Sebagian besar penghuni Provinsi Riau adalah etnis Melayu, sehingga baju adat Riau identik dengan budaya Melayu. Untuk wanita, baju adatnya berupa kebaya laboh, yaitu baju kurung lengan panjang dengan kerudung persegi panjang yang dikenakan secara sederhana.

Sedangkan para pria mengenakan teluk belanga, yang terdiri dari baju kurung dan celana panjang berbahan satin atau sutra, lalu dipadukan dengan lilitan kain tenun bermotif Melayu. Dilengkapi juga dengan penutup kepala bernama tanjak Melayu.

  1. Baju Adat Sumatera Utara

Batak adalah salah satu suku paling banyak di Sumatera Utara, yang memiliki pakaian adat bernama ulos. Pakaian ini terbuat dari kain sutra berwarna dasar merah dan bermotif gorga.

pakaian adat sumatera utara
source:pengajar.co.id

Masyarakat setempat menggunakan ulos dalam bentuk selempang yang disampirkan pada kedua bahu dan melilit badan, jadi tidak dijahit seperti baju adat kebanyakan.

  1. Baju Adat Jambi

Pada awalnya, wanita Jambi berbusana sehari-hari dengan baju tanpa lengan. Sedangkan para pria memakai celana panjang berukuran lebar dalam warna hitam dan dilengkapi dengan kain penutup kepala khas Jambi.

pakaian adat jambi
source:pinterest

Namun dalam perkembangannya, baju adat Jambi berubah menjadi pakaian mewah berbahan beludru merah yang dihiasi sulaman benang emas dan aksesoris perhiasan sebagai pelengkap. Sulaman emas tersebut sebagai lambang kekayaan dan kesuburan tanah Jambi.

Sebagai bawahan, pria dan wanita menggunakan celana panjang berbahan sama yang disebut cangge. Kemudian bagian pinggang dililit dengan kain songket dan sabuk kuningan untuk menyelipkan keris (khusus pria). Sedangkan busana wanita dilengkapi dengan selendang berwarna merah di bagian bahu.

  1. Baju Adat Bangka Belitung

Di Bangka, pakaian adat biasa digunakan pada saat upacara pernikahan atau acara penting lainnya. Baju adat ini merupakan perpaduan budaya Arab dan Tionghoa, yang disebut dengan nama paksian. Wanita memakai baju kurung merah berbahan beludru atau sutra yang dipadukan bawahan berupa kain cual.

pakaian Adat Bangka Belitung
source:koranbogor.com

Cual adalah kain tenun khas Bangka Belitung yang dibuat dengan cara tradisional. Terdapat juga beberapa aksesoris tambahan berupa penutup dada berbentuk teratai atau bunga cempaka, anting-anting panjang, ikat pinggang, serta mahkota berwarna emas.

Sedangkan para pria menggunakan jubah Arab beludru berwarna merah tua yang dipadukan dengan selendang yang disampirkan di bahu kanan. Untuk bawahannya bisa menggunakan celana dengan warna senada. Adapun pernak-perniknya hampir mirip dengan pakaian wanita.

  1. Baju Adat Bengkulu

Sekilas, baju adat dari Bengkulu mirip dengan baju adat Bangka Belitung, karena sama-sama berwarna merah dan bermotif emas. Di Bengkulu, baju adat biasa dikenakan saat pernikahan, festival budaya, atau acara khusus. Baju adat ini disebut dengan rejang lenong.

pakaian adat bengkulu
source:mimpibaru.com

Baju adat pria dan wanita meliputi setelan berbahan beludru, kain bermotif yang dililit dari pinggang sampai lutut, dan mahkota berwarna merah kombinasi emas. Terdapat juga hiasan pinggang bernama pending, hiasan dada yang disebut kalung sribulan dan emping, serta keris dan gelang.

  1. Baju Adat Lampung

Baju adat lampung yang bernama tulang bawang memiliki ciri khas berwarna dasar putih, yang mirip dengan warna bawang putih. Pria Lampung memiliki baju adat cukup sederhana berupa atasan lengan panjang, celana panjang hitam, lilitan sarung tumpal, dan khikat.

pakaian adat lampung
source:blogspot.com

Sarung tumpal adalah sarung khas Lampung yang ditenun dengan menggunakan benang emas, sedangkan khikat adalah selendang bujur sangkar yang disampirkan di bahu dan menutup dada. Busana ini kemudian dilengkapi berbagai pernak pernik di bagian pinggang, tangan, dan kepala.

Untuk wanita, model bajunya hampir sama dengan pria. Hanya saja, wanita memiliki tambahan aksesoris berupa siger (mahkota emas), seraja bulan (tiga mahkota kecil yang berada di atas siger), dan subang (anting-anting).

  1. Baju Adat Yogyakarta

Masyarakat Yogyakarta kerap menggunakan busana adat saat menghadiri upacara adat dan peringatan hari besar. Baju adat daerah ini terdiri dari:

pakaian adat yogyakarta
source:blogspot.com
  • Surjan

Pakaian adat untuk pria yang biasanya digunakan saat upacara Grebeg. Pakaian ini identik dengan motif garis-garis berwarna coklat, yang dipadukan dengan bawahan kain jarik dan penutup kepala berupa blangkon.

  • Kebaya Beledu

Kebaya ini berbahan katun atau sutra, yang mencerminkan sifat lemah lembut wanita Jogja. Busana ini dipadukan dengan tatanan rambut sanggul dan kalung bersusun tiga.

  • Sikep Alit

Baju adat ini biasa dikenakan oleh pegawai keraton (abdi dalem). Sikep alit terdiri dari atasan berwarna biru tua, kain batik sawitan, penutup kepala bernama destar, dan keris yang disematkan di pinggang kanan.

  • Baju Ageng

Biasanya, baju ini dikenakan oleh pejabat keraton saat bertugas. Baju atasannya berwarna hitam dengan motif keemasan, yang dipadukan dengan celana kain hitam dan kain batik yang dililitkan di pinggang. Terdapat juga topi dan sepatu hitam yang motifnya senada dengan baju.

  1. Baju Adat Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Barat yang didiami oleh mayoritas Suku Sasak memiliki pakaian adat berbahan satin dan sutra yang berpadu dengan kain tenun khas Suku Sasak. Biasanya, busana ini digunakan saat upacara adat atau menyambut tamu agung.

pakaian adat NTB
source:blogspot.com

Baju wanita disebut lambung, yang bercirikan kerah V, mahkota emas, sabuk kain, selempang, kain tenun, dan hiasan bunga di bagian rambut. Sedangkan baju adat pria (pegon) diadaptasi dari kebudayaan Jawa dan Eropa yang terdiri dari dodot dan kain wiron.

  1. Baju Adat Nusa Tenggara Timur

Wilayah Nusa Tenggara Timur ditinggali oleh beberapa kelompok suku, seperti suku Rote, Sabu, Helong, dan Dawan. Masing-masing suku ini memiliki baju adat berbeda sebagai berikut:

pakaian adat NTT
source:pinimg.com
  • Sabu

Para pria dari suku Sabu mengenakan baju adat berupa kemeja putih lengan panjang, bawahan celana panjang, selendang tenun, dan ikat kepala. Sedangkan kaum hawa menggunakan kebaya yang dipadukan dengan bawahan kain tenun.

  • Rote

Baju adat suku Rote bernama ti’i langga, yang mengarah pada topi khas Rote yang bentuknya mirip dengan topi Meksiko tapi berbahan daun lontar kering.

  • Dawan

Suku Dawan di NTT memiliki pakaian tradisional bernama amarasi. Untuk pria, bajunya terdiri dari baju bodo, kain tenun ikat, ikat kepala, muti salak (kalung), dan gelang timor.

Untuk perempuan, bajunya terdiri dari kebaya, sarung tenun, dan selendang yang disampirkan di pundak. Sebagai pernak-pernik, ditambahkan muti salak, gelang, tusuk konde, dan sisir suri berwrana emas.

  • Helong

Pakaian adat suku Helong untuk wanita berupa kemben, kebaya, dan hiasan kepala berwarna emas dalam bentuk bulan sabit. Sedangkan untuk pria berupa baju bodo, destar, habas (kalung), dan kain lembaran yang dililit di pinggang.

  1. Baju Adat Banten

Warga Banten memiliki pangsi sebagai baju adatnya. Busana ini berupa setelan baju dan celana panjang berwarna hitam dan berukuran longgar, yang umumnya dikenakan oleh pria. Pakaian ini biasa dikenakan saat latihan silat tradisional atau untuk aktivitas sehari-hari.

pakaian adat banten
source:wikipie.co.id

Sedangkan baju wanita berupa kebaya sebagai atasan dan kain batik sebagai bawahan, kemudian dilengkapi dengan selendang di bagian bahu, penutup kepala, dan rambut disanggul.

  1. Baju Adat Kalimantan Barat

Etnis mayoritas yang berada di Kalimantan Barat adalah Dayak dan Melayu. Kedua etnis ini kemudian menjadi simbol pakaian adat Kalimantan Barat, yang terperinci sebagai berikut:

pakaian adat kalimantan barat
source:berbol.co.id
  • Etnis Dayak

Suku Dayak yang hidup di pedesaan Kalimantan Barat selalu menggunakan baju adat saat melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berburu, bertani, dan upacara adat. Baju adat Dayak Kalimantan Barat untuk pria dinamakan king baba. King berarti pakaian dan baba berarti laki-laki.

Baju ini terbuat dari kulit kayu ampuro atau kayu kapuo. Kedua jenis kayu ini merupakan tumbuhan endemik Kalimantan yang memiliki kandungan serat tinggi. Dalam pembuatan king baba, kulit kayu ditumbuk dengan palu, dicuci sampai bersih, kemudian dikeringkan.

Setelah diolah dan dibuat menjadi baju, king baba dihias dengan lukisan etnik Dayak menggunakan pewarna alami. Bentuk bajunya menyerupai rompi tanpa lengan dan celana pendek. Serat kulit tersebut juga dibuat menjadi ikat kepala yang dihiasi bulu-bulu.

Sedangkan untuk wanita Dayak, baju adatnya bernama king bibinge. Baju ini terbuat dari bahan yang sama dengan king baba, namun desainnya lebih sopan dengan kain menutupi dada, kain bawahan, dan berbagai pernak-pernik seperti hiasan bulu-bulu, manik-manik, kalung, dan gelang.

  • Etnis Melayu

Baju adat Melayu Kalimantan Barat untuk laki-laki dinamakan telok belanga. Pakaian ini digunakan dalam berbagai macam acara resmi, seperti pernikahan dan upacara adat. Pakaian ini terdiri dari inner (dalaman) satin berwarna kuning keemasan yang melambangkan warna kerajaan Melayu.

Kemudian dipadukan dengan celana panjang dan sarung atau kain yang dililitkan pada pinggang sampai lutut. Sebagai pelengkap, para pria memakai peci beludru berwarna hitam.

Sedangkan untuk wanita, terdiri dari rok kuning sebatas lutut, atasan berkerah bulat dengan resleting di bagian belakang, dan kain bermotif unik di bagian pinggang sampai lutut.

  1. Baju Adat Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah memiliki pakaian tradisional bernama upak nyamu, yang dibuat dari serat kulit pohon nyamu yang dikeringkan. Bentuk bajunya menyerupai rompi, baik untuk wanita maupun laki-laki, yang dihiasi dengan manik-manik cantik berwarna merah, putih, dan kuning.

  1. Baju Adat Kalimantan Selatan

Bagajah gamuling baular lulut adalah nama pakaian adat Kalimantan Selatan, yang biasanya dikenakan saat pernikahan. Pria mengenakan baju tangan lengan (rompi) berhias motif khusus dan celana panjang berwarna senada.

Pada bagian pinggang, terdapat kain yang dililit sampai bagian lutut. Dan di bagian kepala ada ikat kepala yang ujungnya agak mengembang. Untuk wanita, baju adatnya berupa kurung basisit (kain yang dililit sampai dada dan bahu) sebagai atasan. Sedangkan bawahannya adalah tapih,

Kemudian, busana tersebut dilengkapi dengan aksesoris berwarna emas di bagian tangan dan leher. Bahan pakaian ini biasanya adalah kain sutra. Adapun di bagian kepala, rambut wanita diikat ke belakang dan memakai hiasan kembang goyang.

  1. Baju Adat Kalimantan Utara

Baju warisan nenek moyang dari Kalimantan Utara adalah sapei sapaq (untuk pria) dan ta’a (untuk wanita). Keduanya terbuat dari kain beludru hitam dengan hiasan berupa manik-manik.

Pakaian adat ini terdiri dari atasan dengan model menyerupai rompi (tanpa lengan), bawahan berupa rok dengan warna dan motif yang sama, penutup kepala berhias bulu burung enggang, serta aksesoris gelang dan kalung yang terbuat dari manik-manik.

Motif baju ini sangat kental dengan budaya Dayak dalam kombinasi warna yang mencolok, seperti putih, hijau, biru, dan merah. Motifnya bisa berupa tumbuhan, burung enggang, harimau, atau binatang lain. Pada bagian dada dan lengan dilengkapi juga dengan tassel yang motif warnanya senada dengan baju.

  1. Baju Adat Sulawesi Barat

Sulawesi Barat memiliki baju adat bernama lipa saqbe mandar, yang terdiri dari kemeja lengan panjang untuk pria dan lengan pendek untuk wanita. Biasanya, baju ini berwarna ungu, merah muda, hijau, atau putih.

Sedangkan bawahannya (untuk pria dan wanita) berupa kain tenun yang warnanya senada dengan atasan, yang dipakai dengan cara dililit ke pinggang dan menjuntai hingga mata kaki. Tampilannya mirip dengan rok panjang.

Adapun perlengkapan atau aksesoris yang menghiasi baju ini adalah hiasan kepala khas Sulawesi Barat, kalung besar yang menjuntai hingga dada, dan gelang berwarna emas berukuran besar dan panjang hingga setengah lengan.

  1. Baju Adat Sulawesi Tengah

Suku Kaili yang hidup di Sulawesi Tengah memiliki busana adat bernama nggembe. Pakaian ini berbahan kain lembut dan berlengan panjang. Kemudian ditambah hiasan bordir dalam motif bunga di bagian dada dan tepi baju. Warna baju ini biasanya adalah kuning tua.

  1. Baju Adat Kalimantan Timur

Secara keseluruhan, pakaian adat Kalimantan Timur hampir mirip dengan upak nyamu (baju adat Kalimantan Tengah). Karena sama-sama dibuat dari kulit kayu dan dihias dengan manik-manik. Namun di Kalimantan Timur, baju ini bernama kustin.

  1. Baju Adat Sulawesi Utara

Masyarakat Sulawesi Utara biasa menggunakan baju adat bernama serat kofo saat upacara Tulude. Menariknya, baju ini tidak dibuat dari kain biasa, tapi dari serat pisang yang diolah dan dikeringkan. Meski begitu, baju ini dikenal mudah dipintal dan tahan lama.

Warna baju ini umumnya adalah merah, kuning, atau hijau. Di bagian kepala, rambut wanita biasa ditata dengan sanggul, sedangkan pria memakai penutup kepala berupa topi kain yang tinggi.

  1. Baju Adat Sulawesi Tenggara

Baju adat dari Sulawesi Tenggara disebut dengan kinawo, yang merupakan hasil karya suku Tolaki. Baju ini terbuat dari kulit kayu Wehuk, Usongi, Dalisi, atau Otipulu. Ciri khas baju ini adalah berwarna dasar hitam dan bermotif ungu. Terdapat juga ikat pinggang berwarna perak dan hiasan kepala berwarna senada.

Bagi Indonesia, pakaian adat merupakan representasi nyata dari budaya nenek moyang, yang memiliki makna, filosofi, sejarah, dan fase peradaban tertentu pada zaman dulu. Adanya beragam baju adat ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

Dan nantinya, baju-baju adat tersebut akan menjadi salah satu perantara bagi generasi muda untuk belajar, membaca, memahami, dan mengambil nilai-nilai positif yang terkandung dalam simbol budaya Indonesia yang sangat beragam.

Referensi
  1. https://www.indozone.id/travel/RMsqOr/pakaian-adat-tradisional-di-indonesia
  2. https://bali.idntimes.com/life/family/rully-bunga/5-nama-pakaian-adat-bali-yang-perlu-kamu-ketahui-regional-bali/full
  3. https://merahputih.com/post/read/mengenal-linto-baro-pakaian-adat-aceh-yang-dikenakan-presiden-joko-widodo
  4. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/04/29/filosofi-ulee-balang-pakaian-adat-serambi-mekkah
  5. https://review.bukalapak.com/others/pakaian-adat-jawa-tengah-112074
  6. https://perpustakaan.id/pakaian-adat-jawa-barat/
  7. https://www.idntimes.com/life/inspiration/rully-bunga/5-nama-pakaian-adat-jawa-timur-yang-sering-ditemui/4
  8. https://www.idntimes.com/life/inspiration/vita/selamat-hut-jakarta-ini-9-pakaian-adat-betawi-yang-perlu-kamu-tahu
  9. https://www.cleanipedia.com/id/merawat-pakaian/mengenal-pakaian-adat-lampung-sebagai-warisan-budaya-indonesia.html
  10. https://sharingconten.com/pakaian-adat-banten/
  11. https://jabar.idntimes.com/life/inspiration/rully-bunga/pakaian-adat-yogyakarta-regional-jabar/5
  12. https://merahputih.com/post/read/eksotisme-pakaian-adat-kalimantan-barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *