motif ukiran kayu dan maknanya

#10 Motif Ukiran Kayu di indonesia beserta Maknanya!

Diposting pada

Motif ukiran kayu dan maknanya sering dijadikan pedoman bagi masyarakat sebelum memasang furniture dengan bentuk ukiran di dalam rumahnya.

Tak bisa dipungkiri, furniture dengan motif ukiran telah menjadi idola bagi sebagian masyarakat. Selain karena keindahannya, keunikan dan keetnikan hasil karya ukir ini bisa membuat pemiliknya semakin terpandang dan elegan.

# Makna dari Beberapa Motif Ukiran Kayu

Jenis ukiran kayu yang sarat dengan makna terdapat di Tanah Toraja. Ada banyak motif ukiran di daerah ini dan semua mengandung makna tersendiri. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Motif Pa’tedong

Ukiran ini mempunyai bentuk seperti bagian muka kerbau. Seperti diketahui, di Toraja, kerbau merupakan hewan yang sangat dihormati. Ada dua makna dari ukiran motif ini.

motif patedong

Pertama, melambangkan kesejahteraan masyarakat Toraja dan melambangkan. Kedua, melambangkan kemakmuran dan kehidupan orang Toraja yang diharapkan dapat menernakkan kerbau.

  1. Motif Pa’kapu’ Baka

Bentuk dari ukiran ini menyerupai simpulan penutup bakul. Di Toraja, bakul digunakan untuk menyimpan harta benda.

Pa’kapu’ Baka

Adapun makna dari motif ukiran ini adalah harapan agar seluruh keluarga dapat hidup rukun, bersatu padu, dan damai seperti harta yang terkumpul dalam bakul.

  1. Motif Pa’salaqbi’ Dibungai

Ukiran ini menyerupai pagar yang diartikan untuk melindungi manusia dari pengaruh negatif, baik dari orang maupun penyakit.

Motif Pa’salaqbi’

Manusia diharapkan mampu bertahan dari segala cobaan dan bahaya yang mungkin akan mengancam.

  1. Motif Pa’dadu

Motif Pa’dadu

Motif ukiran kayu ini menyerupai dadu. Seperti kita tahu, dadu merupakan salah satu alat untuk berjudi bagi masyarakat terdahulu. Ukiran ini mengingatkan manusia agar tidak bermain judi lagi karena akan sangat membahayakan manusia itu sendiri.

  1. Motif Pa’lamban Lalan

Pa’lamban

Motif ukiran yang menyerupai jalan ini mempunyai arti agar kita tidak perlu mencampuri urusan orang lain. Berjalanlah lurus di kehidupannya sendiri seperti jalanan. Terkecuali jika kita diminta untuk ikut menyelesaikan permasalahan yang terjadi di antara orang lain.

  1. Motif Pa’ara’ Dena’i

Motif ukiran kayu ini seperti bulu dada pada burung pipit. Burung pipit dianggap sebagai burung perusak tanaman dan terkenal tidak jujur.

Motif Pa’ara’

Ukiran dengan motif ini mempunyai makna agar manusia tidak seperti burung pipit yang tidak jujur. Bersikaplah jujur dalam setiap kehidupan sehari-hari.

  1. Motif Pa’kangkung

Motif Pa’kangkung

Seperti namanya, ukiran ini menyerupai pucuk daun kangkung. Adapun makna dari motif ini adalah manusia dapat sehat, murah rejeki, dan berguna bagi orang lain seperti halnya sayuran kangkung yang dapat menyehatkan bagi orang yang mengonsumsinya.

  1. Motif Pa’barana’i

Motif Pa’barana’i

Nama dari motif ukiran kayu ini mempunyai arti pohon beringin. Adapun makna dari ukiran ini adalah agar manusia mempunyai keturunan yang mampu menjadi pemimpin, memperoleh rejeki, dan terus berkembang baik seperti halnya pohon beringin.

  1. Motif Ne’ Limbongan

Makna kata Limbongan sendiri adalah mata air yang tak pernah kering. Ukiran ini mempunyai makna agar manusia selalu diberi rejeki seperti halnya mata air hingga membuat anak cucu menjadi bahagia.

  1. Motif Pa’tanduk Re’pe

Motif ukiran yang menyerupai tanduk kerbau ini memberikan makna agar manusia selalu berjuang agar dapat mencapai ketentraman dan kekayaan, sehingga mempunyai nilai tiinggi di masyarakat seperti halnya kerbau di mata penduduk Toraja.

Contoh seni ukiran kayu di atas masihlah sedikit. Di Indonesia, masih banyak lagi motif seni ukiran beragam yang berasal dari berbagai daerah, seperti Jawa, Bali, Sumatra, Minangkabau, bahkan juga Papua.

Semua memberikan keunikan dan makna filosofi tersendiri. Sebagai bangsa Indonesia, kita sudah sepatutnya bangga dengan salah satu budaya dan kesenian ini.

# Langkah-Langkah Membuat Seni Ukir Kayu

Sebenarnya, membuat seni ukir kayu tidaklah sulit. Hanya saja, dibutuhkan ketelitian, ketelatenan, keterampilan dalam menggunakan alat, serta insting seni yang tinggi.

Jika Anda memiliki keempat hal tersebut, berbagai motif ukiran akan berhasil Anda ciptakan dengan mengikut langkah-langkahnya. Adapun langkah-langkah cara membuat ukiran kayu adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan bahan. Dalam hal ini, kayu merupakan bahan utama yang akan Anda jadikan sebagai media ukiran. Pilihlah bahan dengan kualitas tinggi sehingga dihasilkan ukiran yang juga berkualitas tinggi.
  2. Menyiapkan peralatan. Peralatan wajib yang perlu Anda disiapkan antara lain gergaji, palu, dan satu set alat pahat seperti 10 buah pahat datar dan 20 buah pahat penuku. Selain itu, Anda juga perlu untuk menyiapkan peralatan berupa 5 buah pahat kol, coping saw, 3 buah pahat coret, batu asah, scrol saw, gerinda batu asah,  dan jing saw.
  3. Mulai mengukir. Adapun langkah-langkah untuk mengukir sebagai berikut:
  4. Buatlah gambar atau pola pada kayu yang akan diukir.
  5. Pola pada kayu tersebut kemudian dipindai (proses ini disebut “nggeta’ki”).
  6. Mencongkel bagian luar pola agar tampak lebih dalam (proses ini disebut “ndasari”).
  7. Membentuk ukiran pada bagian pola, misalnya motif batang, daun, atau bunganya (proses ini disebut “mbukaki”).
  8. Membentuk garis pada lekukan bunga atau daunnya (proses ini disebut “mbenangi”).
  9. Melakukan proses finishing sesuai selera. Ada banyak finishing yang bisa dilakukan, misalnya membuat ukiran tampak bersih, halus, dan baru. Atau, bisa juga membuat ukiran tampak lebih kotor dan tampak seperti barang kuno dengan kesan etnik. Hasil akhir yang diinginkan dapat diwujudkan dalam proses ini, baik dari teksturnya, permukaannya, maupun tebal tipis finishingnya.

Bagaimana? Mudah, bukan? Dengan informasi ini, kini Anda tidak perlu bingung atau ragu lagi dalam menentukan furniture dengan motif ukiran kayu dan maknanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *