matif batik

Belasan Motif Batik Terpopuler di Indonesia bahkan sudah sampai mancanegara

Posted on 39 views

Kecantikan Indonesia sebagai bangsa maritim benar-benar terpancar melalui beragam motif batik yang dimilikinya.

Batik tradisional dan modern Indonesia merupakan mahakarya warisan lisan dan takbenda yang ditetapkan oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, yang sekarang dikenal sebagai hari batik nasional.

Dulu, batik hanya dapat digunakan pada acara-acara tertentu dan bahkan untuk mewakili status sosial.

Namun sekarang, batik bisa digunakan oleh siapa saja dan di berbagai acara. Warisan nenek moyang Indonesia ini bahkan menjadi tren fashion di berbagai negara di dunia.

Batik Paling Populer

  1. Batik Keris

Batik Keris adalah sebuah perusahaan batik lawas yang sudah ada sejak tahun 1946, yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah.

batik keris
source:bukalapak.com

Kasoem Tjokrosaputra alias Kwee Som Tjiok adalah pendiri perusahaan ini. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam baju dan kerajinan tangan batik.

Hingga kini, Batik Keris telah memiliki 125 cabang yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Tak hanya populer di Indonesia, perusahaan ini juga telah menjual produknya hingga ke Amerika, Timur Tengah, dan beberapa negara Asia lainnya.

  1. Batik Mega mendung

Motif batik ini memiliki kekhasan yang tidak ditemukan pada corak batik lainnya, yaitu memiliki pola awan dalam dua warna dasar biru dan merah muda.

batik mega mendung

Warna tersebut kemudian digradasikan dengan tujuh warna lainnya, seperti hijau, kuning, hitam, ungu, coklat, putih, dan orange.

Batik ini terlihat kalem, megah, dan berwibawa di saat yang sama. Konon, pola ini melambangkan bahwa si pemakai sudah menunggu hujan sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kebahagiaan dalam kehidupan.

Tak hanya terkenal di dalam negeri, mahakarya kota Cirebon ini bahkan sudah mendunia.

Sebagai bukti ketenarannya, motif megamendung pernah dijadikan sampul buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design karya orang Belanda bernama Pepin van Roojen.

Keunikan batik megamendung tidak hanya pada motif berupa gambar mirip awan dengan warna tegas, tapi juga nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.

Gambar langit pada batik mengandung makna ketuhanan. Ada juga yang menyebutkan makna kebebasan tanpa batas.

  1. Batik Pekalongan

Pekalongan dikenal sebagai kota pengrajin batik atau biasa disebut kota batik. Salah satu kota di Jawa Tengah ini memiliki banyak studio dan pabrik pembuatan batik di berbagai titik.

batik pekalongan
source:tokopedia

Salah satu tempat paling terkenal yang menjual aneka batik Pekalongan adalah Pasar Grosir Setono yang berdiri sejak 1939.

Batik Pekalongan memiliki ciri khas berwarna cerah, bertema natural (seperti bunga-bunga kecil),

dan memiliki tekstur serta desain yang lembut. Sebagian besar motif batik Pekalongan dipengaruhi oleh budaya dari negara lain, seperti Arab, Cina, dan Belanda.

Keunggulan batik Pekalongan terletak pada warnanya. Satu lembar kain batik dari kota ini bisa menggunakan delapan warna berbeda,

sehingga terlihat lebih cantik. Salah satu motif batik paling populer dari Pekalongan adalah Jlamprang.

Motif tersebut merupakan perpaduan dari pola bujur sangkar, lingkaran, persegi, garis-garis pendek, dan isen-isen (titik-titik).

Di bagian dalam lingkaran tampak sebuah gambar bunga padma, yang konon diciptakan oleh keturunan Arab untuk menyimbolkan budaya Hindu Budha.

  1. Batik Kawung

Kawung adalah motif klasik yang dulunya hanya dikenakan oleh keluarga kerajaan.

batik kawung
source:lazada

Motifnya yang bulat-bulat terinspirasi dari buah aren (sejenis kolang-kaling). Namun, ada juga yang memaknai pola ini sebagai bunga teratai berdaun empat. Bagi orang Jawa, bunga teratai berarti umur panjang.

  1. Batik Parang

Parang adalah corak batik tertua di Indonesia, yang sudah ada sejak zaman Keraton Mataram Kartasura (pada sekitar abad ke-16).

batik parang
source:infobatik.id

Polanya terdiri dari garis-garis coklat menurun diagonal (miring) yang disusun berulang-ulang di atas warna kontras seperti putih atau krem.

Motif yang menyerupai keris atau lereng ini melambangkan semangat dan perjuangan yang tak pernah padam.

Di antara garis-garis ini terdapat pola lengkung yang mirip dengan huruf S, yang menyerupai gelombang samudera dan melambangkan kekuatan/kebesaran alam.

Menurut legenda, pola lengkung parang tersebut memiliki kekuatan supranatural yang dapat memberikan perlindungan dan membawa kemenangan dalam peperangan.

Ada juga yang mengatakan bahwa pola ini dapat memberikan kesembuhan bagi orang sakit.

  1. Sogan

Motif batik Sogan sudah ada sejak zaman nenek moyang Jawa beberapa abad yang lalu. Batik ini didominasi oleh warna coklat muda dan memiliki motif yang unik seperti bunga dengan aksen titik-titik atau garis lengkung.

batik sogan
source:kanal247.com

Dahulu, batik ini hanya digunakan oleh raja-raja di Jawa, khususnya Kesultanan Solo. Namun kini bisa digunakan oleh siapa saja, baik warga kraton maupun rakyat biasa.

Identik dengan daerah keraton Jawa, yaitu Jogja dan Solo, membuat batik ini memiliki motif klasik khas keraton. Perbedaan Sogan Solo dan Jogja terletak pada warnanya. Sogan Jogja dominan dengan warna hitam putih dan coklat tua. Sedangkan Sogan Solo banyak memiliki warna coklat dan coklat-jingga.

  1. Pring Sedapur

Batik cantik ini memiliki pola yang mirip dengan kumpulan pohon bambu, karenanya diberi nama pring (yang berarti pohon bambu). Magetan adalah tempat asal batik ini, tepatnya di sebuah desa kecil dekat lereng Gunung Lawu.

batik pring sedapur
source:gambarbagus.com

Batik ini menggambarkan alam pedesaan yang teduh, damai, dan harmonis. Bagi masyarakat Jawa, pohon bambu memiliki filosofi yang bermakna, yaitu manusia harus memberikan manfaat bagi orang lain dari sejak lahir hingga meninggal, mirip dengan pohon bambu.

  1. Cuwiri

Pada zaman nenek moyang, batik ini hanya digunakan pada saat acara mitoni (tradisi 7 bulan kehamilan versi Jawa), sebagai selendang bayi, atau dijadikan semekan dan kemben.

batik cuwiri
source:parahitacraft.org

Motif batik ini melambangkan kerukunan, kerendahan hati, dan kesejahteraan. Warnanya bisa coklat tua atau biru tua.

  1. Batik Pedalaman

Batik Pedalaman dari Jawa sudah ada sejak ratusan tahun silam, tepatnya pada masa Kerajaan Mataram.

batik pedalaman
source:grahabatik.com

Karena dulunya dikerjakan oleh para bangsawan, pola batik ini mengikuti kode dan aturan yang ketat khas keraton. Warna yang digunakan sebatas hitam, coklat, dan kuning kecoklatan.

  1. Jepara

Batik Jepara atau dikenal juga dengan Batik Kartini dapat dibedakan menjadi dua jenis motif, yaitu lama dan baru.

batik jepara
source:bukalapak

Corak lama dicirikan dengan warna dasar hitam dan bermotif gajah coklat atau tumbuh-tumbuhan hijau. Sedangkan Jepara baru memiliki lebih banyak variasi corak dan warna.

Motif Batik Berdasarkan Kota Asal

  1. Batik Solo

Kota di tanah Jawa yang juga dikenal dengan Surakarta ini sangat terkenal dengan produksi batiknya. Untuk melihat proses pembuatan batik Solo, salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi adalah Kampoeng Batik Laweyan di Desa Laweyan.

Umumnya, masyarakat Solo membuat batik secara turun-temurun, dan telah melahirkan ratusan hingga ribuan corak. Ciri khas batik solo adalah bermotif alam, seperti burung dan bunga. Corak dan motif batik Solo juga memiliki lambang dan makna yang berbeda, seperti:

  • Sidomukti

Nama batik ini berasal dari bahasa Jawa “sido” yang berarti jadi, dan “mukti” yang bermakna sejahtera/makmur/mulia/berkecukupan. Dengan kata lain, sidomukti adalah motif batik yang melambangkan kemakmuran.

batik sido mukti
source:blogspot

Di tanah Jawa, batik motif ini seringkali dipakai sebagai jarik pengantin, khususnya yang menggunakan adat Solo basahan. Harapan yang tersirat adalah agar kedua mempelai dilimpahkan banyak kebahagiaan, rezeki, dan kemakmuran dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

  • Sawat

Motif ini biasa dipakai oleh keluarga kerajaan dan kalangan bangsawan pada zaman dulu.

batik sawat
source:batik-tulis.com

Karena filosofi dari motif ini adalah siapa yang memakainya akan mendapatkan perlindungan dalam hidup. Namun sekarang, motif sawat bisa dipakai oleh semua kalangan termasuk masyarakat biasa.

  • Satrio Manah

Motif ini seringkali dipakai oleh keluarga calon pengantin pria saat meminang calon istri.

batik satrio manah
source:shopee

Karena makna dari motif ini adalah “doa dan harapan”, yang mewakili perasaan calon pengantin dan keluarganya agar lamarannya diterima.

  • Semen Rante

Semen berarti cinta yang bersemi, dan rante berarti rantai. Secara keseluruhan, artinya adalah cinta yang tak pernah putus/pudar.

batik semen rante
source:youtube

Motif ini biasa dikenakan oleh mempelai wanita saat lamaran. Harapannya adalah agar sejak dipinang hingga seterusnya, hati sang perempuan selalu terikat pada pria yang meminangnya.

  • Sidomulyo

Sidomulyo adalah motif batik Solo yang melambangkan kebahagiaan. Motif ini juga salah satu yang sering dipakai oleh pengantin saat proses pernikahan, dengan harapan bahwa rumah tangga yang akan dibina penuh dengan kebahagiaan.

batik sido mulyo
source:tokopedia

Motif dari Kerajaan Mataram Kartasura ini memiliki ciri khas berpola rumit dan membutuhkan kesabaran serta ketelatenan dalam pembuatannya.

  • Satrio Wibowo

Satrio Wibowo adalah motif yang melambangkan wibawa/martabat/keudukan, karenanya dikenal juga sebagai batik para bangsawanan.

batik satrio wibowo
source:pinterest

Tak heran jika motif batik ini kerap terlihat pada acara khusus kesultanan Jawa.

  1. Batik Jogja

Yogyakarta dikenal sebagai pusat batik budaya. Biasanya, batik Jogja didominasi oleh warna-warna natural, seperti coklat, hitam, putih, dan krem. Salah satu motif batik Jogja adalah Grompol, yang biasa dipakai saat pernikahan atau upacara adat.

batik jogja
source:tokopedia

Motif lain yang juga terkenal adalah Truntum. Motif ini diciptakan oleh permaisuri Sunan Paku Buwana III, yang bernama Kanjeng Ratu Kencana. Filosofi dari motif ini adalah cinta yang dapat tumbuh. Sedangkan kata truntum sendiri memiliki arti “membimbing”.

Batik Truntum biasa dikenakan oleh orang tua kedua mempelai pada hari pernikahan. Artinya, orang tua dituntut untuk membimbing pasangan pengantin saat memasuki kehidupan baru bersama. Jika ingin berburu batik Jogja, salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi adalah Pasar Tradisional Beringharjo.

  1. Batik Cirebon

Batik Cirebon banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa, karena kota ini memang didominasi oleh populasi etnis Tionghoa. Corak batik Cirebon biasanya menyerupai binatang, seperti singa, naga, gajah, atau harimau.

Namun, ada juga motif yang menyerupai gunung dan awan. Batik Cirebon banyak disukai karena terbuat dari kain tenun terbaik. Tiga motif batik Cirebon yang paling terkenal adalah:

  • Paksinaga Liman

Paksinaga Liman adalah batik yang motifnya tampak seperti gambar kereta kencana yang dijalankan oleh tiga binatang, yaitu naga, garuda (paksi), dan gajah (liman).

batik paksi naga liman
source:infobatik.id

Batik ini biasanya berlatar belakang putih dan berwarna coklat di bagian gambarnya.

  • Patran Keris

Saking populernya, corak batik ini seringkali dipesan oleh orang-orang Jepang, baik dalam bentuk pakaian atau lembaran kain untuk nantinya dijadikan sebagai kimono.

batik patran keris

Pola batik ini menggambarkan tentang keindahan tumbuh-tumbuhan, biasanya dalam gambar tanaman merambat.

  • Kompeni

Corak batik ini berisikan tentang kisah perang pada zaman kompeni (Belanda). Motifnya terdiri dari orang-orang belanda dan Jawa lengkap dengan persenjataannya, seperti bambu runcing, meriam, senapan, truk, dan tank.

batik kompeni
source:pinterest

Motif ini memiliki latar belakang berwarna coklat, dengan gambar-gambarnya berwarna putih.

  1. Batik Papua

Papua tidak hanya identik dengan koteka, patung kayu, dan noken (tas tradisional dari kulit kayu atau anggrek), tapi juga dikenal dengan batiknya yang unik. Sebagian besar motif batik Papua menampilkan unsur alam dan budaya daerah Papua, yang dipadukan dengan warna-warna cerah.

batik papua
source:tokopedia

Batik Papua memiliki ciri khas yang menarik, berupa gambar burung cendrawasih, kadal, dan buaya. Inspirasi lainnya datang dari patung tradisional masyarakat Papua yang memiliki seni ukir Suku Kamoro, yang tertuang dalam motif batik Kamoro.

Ada juga motif Asmat motif sentani yang menggambarkan batang kayu melingkar dalam satu atau dua warna. Motif yang merupakan simbol patung kayu suku Asmat (berwarna coklat dengan perpaduan warna terakota), dan motif Tifa Honai (alat musik kendang) yang diambil dari khasanah budaya Papua lainnya.

  1. Batik Madura

Batik Madura adalah salah satu ikon terkenal dari pulau penghasil garam ini. Beberapa corak batik Madura yang populer adalah motif daun, burung, bunga, serat kayu, dan tanah. Dan salah satu jenis batik Madura yang paling populer adalah batik Gentongan.

batik madura
source:tokopedia

Batik Gentongan memiliki warna dan corak yang beragam, seperti Batik Kombinasi, Petengteng Klasik, Dan Tanjung Bumi. Proses pembuatan batik jenis ini memakan waktu berbulan-bulan bahkan hingga satu tahun karena kerumitan dan kerapihan motifnya.

  1. Batik Indramayu

Dilihat dari jenis dan warnanya, batik Indramayu dikategorikan sebagai batik pesisir, karena terinspirasi dari kehidupan masyarakat Indramayu yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Batik Indramayu memiliki motif yang bermacam-macam, antara lain:

batik indramayu
source:batik-tulis.com
  • Kapal Karam: batik berlatar belakang biru tua ini menggambarkan pola kapal milik nelayan yang tenggelam di lautan. Warna yang digunakan untuk gambar kapal dan isen-isen (titik-titik) adalah warna yang cenderung lebih terang, seperti kuning, ungu muda, dan biru muda.
  • Ganggeng: motif batik yang menggambarkan tanaman rumput laut yang ada di perairan Indramayu. Warnanya bisa merah terang, biru, merah keunguan, dan hitam.
  • Iwak Etong: ikan-ikan kecil dan besar yang hidup di kawasan pesisir Indramayu. Ikan-ikan ini digambarkan dengan sirip dan ekor berwarna biru tua dan bagian badannya berwarna hitam.
  1. Batik Bali

Seni batik di Bali telah berkembang sejak tahun 1970. Motif dan desain batik Bali tergolong unik karena memadukan ornamen khas Bali dengan China, seperti naga, rusa, bangau, dan penyu. Ada enam corak batik Bali populer yang bisa dikenali dengan mudah, yaitu:

batik bali
source:deliserdangmall.com
  • Penari Bali: motif ini menggambarkan wanita penari Legong. Motif penarinya tidak lengkap, namun metode pewarnaannya diimbangi dan diisi dengan aksen titik atau pola berulang, sehingga secara keseluruhan tampak indah.
  • Singo Barong: motif ini mudah dikenali karena Singo Barong sudah lama menjadi ikon Bali. Pada motif batik ini, Anda akan melihat gabungan gambar sosok singa, harimau, elang, dan naga, dengan warna latar seperti hitam atau biru tua.
  • Bali Buketan: Nama Buketan diambil dari bahasa Perancis yang artinya ‘seikat bunga’. Motifnya berupa berupa seikat bunga yang dihiasi dengan aksen kupu-kupu atau lebah. Warna batik ini cenderung cerah.
  • Ulamsari Mas: merupakan batik bermotif hewan laut, seringkali ikan dan udang, yang menggambarkan kondisi laut di Bali.
  • Merak: Meskipun motif ini menggambarkan akulturasi antara budaya Bali dan Jepang, namun dikenal orisinalitas karena perpaduan warna dan keindahannya.
  • Bali Pisan: Bali yang disebut-sebut sebagai Pulau Seribu Pura menjadi inspirasi dari motif batik ini, yang menggambarkan pola relief pura. Karenanya, baik motif ini seringkali dijadikan sebagai ikat kepala dan aneka souvenir khas Bali.
  1. Batik Bengkulu

Batik Bengkulu dikenal juga dengan nama batik Besurek (bersurat), karena motifnya menyerupai potongan ayat suci Al-Qur’an dan kaligrafi huruf Arab gundul. Namun, ada juga motif lain berupa bunga rafflesia, bunga cengkeh, bulan, burung, dan relung paku.

batik bengkulu
source:beritagar.id

Motif lain yang juga terkenal adalah Kaganga, yang lahir pada tahun 90-an dan terinspirasi dari aksara Rejang (huruf Kagangga). Batik ini terkenal dengan harganya yang mahal, karena merupakan batik tulis yang dibuat dengan cara tradisional.

  1. Batik Palembang

Batik Palembang diperkirakan muncul pada akhir tahun 1500 M (era kerajaan Palembang). Motif batik dari wilayah ini banyak dipengaruhi oleh budaya Jawa, yang memiliki ciri-ciri tertentu, seperti motif yang halus dan warna yang tajam.

batik palembang
source:kumparan.com

Corak batik di Palembang adalah bunga jepri, lasem, bunga teh, songket, jumputan, kembang jepri, sisik ikan, encim, kembang bakung, kerak mutung, sembagi, dan salahi. Di antara motif-motif ini, lasem dan bunga teh adalah yang paling populer.

Jenis Batik Berdasarkan Cara Pembuatan

  1. Batik Tulis

Batik tulis adalah jenis tertua dan memiliki nilai seni yang tinggi. Setiap pola batik tulis dibuat langsung dengan tangan dan alat tradisional bernama canting. Karenanya, proses pembuatan batik tulis memakan waktu yang lumayan lama, sekitar 2-3 bulan.

batik tulis
source:jnjbatik.com

Maka dari itu, batik tulis memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya. Serangkaian proses pembuatannya terdiri dari molani (membuat pola), menyanting (melukis dengan canting), mengisi warna, melorot (melepaskan lapisan lilin), dan penjemuran.

  1. Batik Cap

Konsep pembuatan batik cap hampir sama dengan saat Anda menekan stempel pada selembar kertas. Bedanya, cap batik berukuran lebih besar (hampir seukuran setrika) dan terbuat dari tembaga yang bagian bawahnya memiliki desain dengan pola tertentu.

Awalnya, cap batik dicelupkan/dimasukkan ke dalam lilin panas, kemudian ditempelkan dan ditekan pada selembar kain. Meski terlihat lebih sederhana dari batik tulis, pembuatan batik cap juga membutuhkan keterampilan para pekerja.

Namun, proses keseluruhannya bisa lebih cepat, yaitu sekitar 2-3 hari saja. Hasilnya juga terlihat lebih rapi. Alat cap batik ini biasanya digunakan oleh produsen yang sedang memiliki banyak pesanan.

  1. Batik Print

Proses pembuatan batik ini menggunakan alat cetak (print) yang biasa digunakan untuk sablon kaos atau spanduk. Karena dikerjakan oleh mesin, motif batik terlihat jauh lebih bagus dan rapi.

Prosesnya yang cepat dan mudah membuat batik jenis ini memiliki harga yang murah.  Namun, warna batik sablon yang tidak meresap pada kain membuat batik print lebih cepat luntur. Teknik print biasanya digunakan oleh para pengrajin batik di kota-kota besar, seperti Solo dan Jogja.

Bahan Pembuatan Batik

  1. Kain Mori

Mori adalah kain yang terbuat dari kapas khusus yang telah mengalami pemutihan. Kain ini merupakan bahan terbaik untuk membuat batik tulis, karena mudah menyerap zat-zat pewarna.

kain mori

Salah satu jenis kain mori yang memiliki kualitas tinggi adalah mori primisima. Untuk versi yang lebih murah, ada kain mori biru yang teksturnya kasar dan kualitasnya agak rendah. Selain kain mori, batik juga bisa dibuat di atas kain rayon, sutera, dan kain kapas grey.

  1. Meja Kayu

Meja ini berfungsi untuk meletakkan lembaran kain yang akan dibatik agar permukaanya rata (tidak kusut) dan untuk menggambar pola motif batik.

  1. Canting

Canting adalah alat utama untuk membuat batik tulis. Alat tradisional ini memiliki bentuk seperti cerutu, yang terbuat dari tembaga, bambu, atau kayu.

canting

Canting terdiri dari tiga bagian, yaitu gagang (bagian pangkal yang berfungsi sebagai pegangan), nyamplung (tempat menampung lilin), dan cucuk (bagian paling ujung yang berbentuk melengkung dan berfungsi untuk mengalirkan lilin).

Berdasarkan fungsinya, canting dibagi menjadi dua, yaitu isen dan rengrengan. Sedangkan menurut banyaknya cucuk, canting terdiri dari cecekan, telon, loron, prapatan, liman, byok, dan galaran.

  1. Lilin Batik (Malam)

Kandungan utama malam adalah minyak, yang berfungsi sebagai penutup permukaan kain tertentu yang tidak ingin diberi pewarna. Ada juga malam yang dibuat dari microwax, getah pinus yang telah disuling, parafin, lemak binatang, getah damar, lilin tawon, lilin lanceng, dan minyak kelapa.

Malam dibuat sedemikian rupa agar mudah leleh pada suhu 59 derajat Celcius, dapat menempel dengan baik pada permukaan kain, dan tidak mudah pecah saat kering.

  1. Zat Pewarna

Ada dua jenis zat pewarna batik, yaitu alami dan buatan/sintetis. Zat alami biasa digunakan pada zaman nenek moyang, dan zaman sekarang lebih banyak industri batik yang memakai zat pewarna buatan. Alasannya adalah lebih mudah didapat, murah, praktis, dan ada banyak pilihan warna.

  1. Kompor Kecil dan Wajan

Keduanya berfungsi sebagai alat untuk memanaskan dan mencairkan lilin batik. Bentuknya sangat mirip dengan kompor minyak dan wajan asli, tapi berukuran sangat kecil.

  1. Gawangan

Gawangan memiliki bentuk yang mirip dengan meja tapi jauh lebih kecil dan rendah, yang terbuat dari kayu/bambu. Fungsinya adalah sebagai penyangga lembaran kain saat pengrajin melukis batik.

Pada zaman dulu, para juragan batik memiliki gawangan yang berhiaskan gambar naga atau tumbuh-tumbuhan, tapi gawangan masa kini lebih dominan polos.

  1. Dingklik

Dingklik adalah bahasa Jawa untuk menyebut tempat duduk tanpa kaki yang terbuat dari plastik atau kayu. Bentuknya bisa bulat atau persegi. Dingklik digunakan sebagai tempat duduk para pengrajin saat melukis batik.

  1. Bandul

Agar kain tidak mudah bergeser atau tertiup angin, para pengrajin menggunakan alat pemberat untuk menahan kain, yang disebut dengan bandul. Bahannya bisa berupa besi, kayu, atau bahan berat lainnya.

  1. Taplak

Taplak adalah selembar kain yang ditempatkan di antara kain yang akan dibatik dan paha, untuk menjaga pakaian para pembatik tetap bersih.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Harga Batik

Batik memiliki harga jual yang berbeda tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Jenis kain yang digunakan
  • Berapa lama proses membatik tersebut berlangsung
  • Metode/teknik batik apa yang digunakan
  • Motif dan warna batik
  • Nilai historis dari batik itu
  • Kemampuan dari pengrajin batik
  • Kota asal batik tersebut

Batik merupakan seni budaya yang memiliki kemajuan paling tinggi dalam hal kreasi dan penggunaannya. Tak hanya sebagai pakaian, batik juga dituangkan ke berbagai media, seperti gelas/mug, sarung bantal, gitar, tas, dompet, dan berbagai dekorasi rumah.

Meskipun menjadi seni yang lebih luas dan fleksibel, setiap motif batik tetap memiliki ciri khas dan preferensi tersendiri. Setiap coraknya juga memiliki makna dan filosofi yang menjadi bagian dari budaya suatu daerah atau suku di Tanah Air.

referensi:

https://www.tagar.id/tujuh-motif-batik-solo-paling-memukau-duniahttps://batik-tulis.com/blog/batik-yogyakarta/https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/batik-pekalonganhttps://ilmunik.com/motif-batik-cirebon/#Filosofi_Motif_Batik_Cirebonhttps://bergaya.id/batik-madura/https://thekeranjangbali.com/5-motif-batik-bali-dan-maknanya/https://news.trubus.id/baca/32192/batik-papua-kaya-motif-indah-memikat-hatihttps://www.merdeka.com/jabar/mengenal-batik-indramayu-dari-pengaruh-lasem-hingga-hampir-punah-ditelan-zaman.htmlhttps://www.merdeka.com/jabar/4-fakta-menarik-batik-mega-mendung-dibuat-orang-tiongkok-istri-sunan-gunung-jati.htmlhttps://id.wikipedia.org/wiki/Batik_Keris#Produk_Batik_Kerishttp://www.jnjbatik.com/blog/mengenal-batik-palembang-dan-penjelasannya/https://batikunik.com/5-jenis-kain-batik-berdasarkan-cara-pembuatanya/http://www.jnjbatik.com/blog/10-alat-dan-bahan-untuk-membuat-batik-tulis/https://brainly.co.id/tugas/22624921https://www.kanal247.com/media/konten/0000005263/6.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *