5 Hiasan Rumah Berasal Dari Barang Bekas (Kreasi Handmade)

Posted on

Penambahan hiasan di dalam rumah bisa menampilkan keindahan dari rumah itu sendiri. Beragam hiasan yang ada di pasaran sangat menarik perhatian. Hanya saja terkadang tidak jadi membeli karena harga yang cukup menguras kantong.
Untuk mengatasi hal tersebut, tidak ada salahnya memanfaatkan barang bekas di rumah. Daripada menumpuk tek terpakai di gudang, lebih baik mengubahnya menjadi barang berharga. Terutama bagi penyuka kerajinan tangan, kreasi hiasan handmade bisa digunakan untuk menyalurkan hobi.

  • Bingkai Foto

Bingkai foto handmade sudah biasanya dijadikan sebagai hiasan dinding rumah. Berbagai model kreasi bingkai foto dari bahan yang tak terpakai sudah banyak beredar di internet. Tutorialnya pun bisa didapatkan dengan mudah, tidak perlu mengikuti kursus lagi.
Hiasan ini merupakan dekorasi rumah yang sangat mudah diaplikasikan. Bahan yang digunakan bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar, misalnya kardus, pipa, stik es krim, sedotan dan kayu. Bentuknya bisa dikreasikan sesuai dengan keinginan apabila bosan dengan model persegi.
Teknik yang perlu dilakukan hanya dengan memotong bahan sesuai dengan ukuran foto yang dipasang. Kemudian potongan-potongan tersebut dilem dan dirangkai menjadi bentuk tertentu. Sebagai pengganti kaca, bisa menggunakan mika bening agar foto tetap terlindungi dari debu dan terlihat bagus.

  • Hiasan Decoupage

Decoupage merupakan kerajinan tangan yang berasal dari negara Perancis. Seni ini dimulai dengan menempelkan kertas bermotif, tisu atau kain pada benda yang ingin dibuat hiasan. Kemudian dipoles menggunakan teknik cat warna untuk memberi efek khusus.
Barang-barang lama yang sudah tidak terpakai bisa difungsikan untuk karya seni ini. hanya perlu melapisi perabot dengan lem putih. Kemudian menempelkan tisu atau kertas dengan rapi. Setelah pewarnaan selesai, olesi lagi dengan lem putih secara merata.
Lem tidak akan melunturkan warna pada kertas maupun tisu tersebut. Begitu lem mengering, maka akan berubah menjadi transparan sehingga gambar akan terlihat jelas. Hiasan decoupage sangat cocok diaplikasikan pada rumah yang bergaya vintage.

  • Penutup Lampu Meja

Sering kali pemilik rumah menambahkan dekorasi meja ruang tamu dengan meletakkan lampu meja. Agar terkesan indah, tak heran lampu tersebut ditutupi dengan kain penutup lampu. Penutup lampu meja tersebut bisa menggunakan kain bermotif atau polos.
Apabila bosan dengan penutup lampu kain yang dibeli, bisa mulai berkreasi menggunakan kain perca. Memadukan kain polos dengan yang bermotif bisa mengubah tampilan menjadi seperti baru. Kesan elegan bisa ditunjukkan dengan penambahan sedikit aksen.
Untuk tampilan yang lebih feminin, bisa mencoba membuat bunga dari pita. Kreasi satu ini hanya memerlukan pita berbahan linen dan lem tembak. Bunga yang telah selesai dibuat, ditempel hingga menutupi kap lampu. Keindahan bunga akan terlihat saat lampu dinyalakan.

  • Pot Tanaman

Sudah tidak perlu membeli pot bunga untuk meletakkan tanaman sebagai hiasan di dalam rumah. Barang-barang sisa, seperti kaleng cat, toples, gelas plastik, mangkok dan baskom bisa dialihfungsikan menjadi pot tanaman yang menarik.
Karena bertujuan mempercantik tampilan di dalam rumah, maka tanaman yang cocok adalah jenis tanaman kecil yang mudah perawatannya, seperti kaktus, lidah buaya, Sanseviera atau sirih gading. Tampilan akan lebih menarik apabila mengecat ulang dengan warna senada maupun beberapa pilihan warna.
Kemudian di dalam pot tersebut bisa ditambahkan batu-batuan atau rerumputan kecil. Untuk pot berukuran sedang bisa diletakkan di pojok ruangan, sedangkan pot kecil akan terlihat menarik apabila diletakkan berjajar pada tepi jendela.
“Agar bisa hidup, manusia membutuhkan oksigen. Oksigen didapatkan dari tumbuh-tumbuhan.”
Penerapan tanaman hias di dalam rumah ini dapat membuat suasana rumah menjadi lebih segar. Ini juga dapat digunakan sebagai alternatif terhadap keterbatasan ruang, terutama untuk menyediakan taman di halaman.

  • Rak Dinding

Pada dasarnya rak dinding terdiri dari dua jenis, yaitu floating shelf (rak dinding ambalan dan hanging cabinet (rak dinding kabinet). Perbedaan kedua jenis rak tempel ini terletak pada bentuknya. Rak dinding ambalan lebih terkesan melayang, sedangkan rak dinding kabinet seperti rak pada umumnya.
Kedua jenis rak tersebut bisa digunakan sebagai hiasan dinding untuk mempercantik rumah. Ada berbagai macam bahan dari barang bekas yang bisa dimanfaatkan sebagai rak dinding tempel, seperti stik es krim, triplek, plastik dan besi.
Agar tidak terkesan monoton, rak dinding tempel buatan sendiri bisa dikreasikan menjadi beberapa bentuk. Stik es krim bisa disusun menjadi bentuk heksagonal (segi delapan). Tumpukan stik es krim bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kemudian beri sentuhan warna pada rak yang sudah jadi.
Apabila memiliki kayu papan bekas, bisa membuat rak dinding tempel untuk meletakkan beberapa pernak-pernik rumah yang agak berat, seperti pot kecil dan buku yang cukup tebal. Pemasangannya tidak harus berjajar simetris menyerupai rak pada umumnya.
Membuat hiasan rumah dengan memanfaatkan barang bekas selain menghemat pengeluaran, juga termasuk mendukung gerakan Go Green! Secara tidak langsung, dapat menurunkan jumlah sampah yang sulit terurai. Bahkan apabila ditekuni, bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari hiasan barang handmade. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *