4 Prinsip Desain Interior Khas Rumah Etnik (Dekorasi Tradisional-Klasik)

Posted on

Meski telah banyak desain rumah modern yang disesuaikan dengan jaman, ada saja orang yang menyukai desain rumah tradisional. Hingga akhirnya, muncul konsep rumah modern, tapi tetap terlihat menawan dengan sentuhan etnik.
Tak dapat dipungkiri ciri khas dari desain interior etnik memberi kesan elegan dan mewah. Untuk menciptakan suasana tempo dulu tidak memerlukan dekorasi yang berlebihan. Kesan cantik dengan gaya tradisional dapat diwujudkan melalui beberapa prinsip desain interior berikut ini.

  • Unsur Yang Alami

Apabila sering melihat rumah-rumah adat atau rumah tradisional, ada satu rahasia yang membuatnya berkesan, yaitu unsur alami. Unsur ini diterapkan pada seluruh bagian ruangan rumah. Tampilan kesan alami sangat ditonjolkan pada rumah bergaya etnik.
“Alam mengajarkan manusia agar tetap indah meski dengan kesederhanaan.”
Penghuni rumah dapat merasakan keindahan alam dari penyusun ruang yang digunakan. Nuansa alam bisa ditunjukkan dengan penggunaan elemen ruang yang berdimensi besar, kuno bahkan tanpa finishing.
Sebagai tambahan, interior rumah yang terkesan kuno dapat menggunakan bahan dari alam seperti batu, kayu, logam dan besi. Penggunaan bahan alam dapat mencuri perhatian karena terkesan lebih eksotis.

  • Material Kayu

Kesan etnik bisa didapatkan dari penggunaan material kayu. Material ini seolah-olah telah menjadi bagian penting dalam rangka menciptakan rumah bergaya tradisional. Material kayu dapat diaplikasikan pada setiap bagian rumah atau dalam bentuk furnitur.
Dimulai dari pintu dan jendela bisa menggunakan kayu jati atau mahoni yang memiliki variasi ukuran. Untuk rangka kursi, bisa menggunakan kayu sebagai rangkanya, sedangkan dudukan terbuat dari anyaman rotan.
Penambahan lampu meja model kuno dapat menambah suasana etnik di dalam rumah. Bagi yang memiliki area terbuka, bisa meletakkan meja luas dilengkapi dengan kursi kayu panjang. Ditambah dengan suasana alam yang hijau, penghuni rumah dapat bersantai dengan nyaman dan tenang.
Tempat tidur berpilar kayu dilengkapi dengan kain sebagai kanopi, bisa diterapkan pada bagian kamar. Ada juga ranjang yang tersusun dari kerangka besi yang tetap antik meskipun cukup berat. Tempat tidur seperti ini dapat bertahan lebih lama karena tidak dimakan rayap.

  • Dekorasi Dan Aksesoris Etnik

Gaya tradisional pada rumah dapat ditunjukkan dengan menerapkan aksesoris etnik. Dekorasi rumah bergaya etnik menjadi faktor pendukung menciptakan nuansa klasik. Pajangan atau hiasan etnik dapat menggambarkan kebudayaan yang ada dalam masyarakat.
Motif dekorasi unik tradisional juga bisa diterapkan pada rumah modern. Untuk mendapatkan suasana etnik Indonesia, bisa menggunakan taplak meja bermotif batik. Barang lain seperti lukisan, vas bunga, bingkai foto disertai ukiran dapat menambah keindahan ruangan.
Selain motif batik, bisa menerapkan pola garis-garis kotak, bunga dan houndstooth untuk menambah kesan klasik. Pola tersebut dapat diaplikasikan pada sprei, sarung bantal, dan guling. Beberapa pola tersebut sangat digemari oleh pemilik rumah mewah bergaya etnik.
Pola dari ornamen klasik perlu dipertahankan unsur untuk mewujudkan rumah bergaya etnik. Pola floral paling banyak dijadikan sebagai salah satu ciri rumah yang mengusung konsep tradisional karena lebih dekat dekat alam.
Dengan menerapkan motif dan pola klasik pada beberapa aksesoris, dapat menjadi daya tarik. Hal tersebut akan menambah keindahan setiap ruangan. Penghuni rumah bisa kembali mengenang masa lalu sekaligus mempertahankan kebudayaan.

  • Pemilihan Warna-Warna Klasik

Pada dasarnya, rumah etnik lebih terkesan sederhana dan tidak bisa terpisah dari gaya tradisional. Sedangkan sekarang ini rumah modern bisa dipadukan dengan konsep tradisional tanpa menghilangkan ciri khasnya. Ini terlihat pada warna cat dinding rumah yang mengandung warna-warna klasik.
Warna yang digunakan tidak terlalu mencolok bahkan cenderung netral dan dekat dengan alam, seperti putih, krem dan coklat. Warna yang sering diaplikasikan pada rumah bergaya etnik terinspirasi dari tanah, pepohonan, tumbuhan dan kayu.
Semua bagian rumah, baik itu dinding bagian luar maupun setiap ruangan di dalam rumah menggunakan warna cat yang sama. Karena hal itu cat dinding pada rumah-rumah tradisional disebut dengan warna monokromatis.
Sangat jarang ditemui rumah gaya tradisional mengaplikasikan warna kontras pada dinding. Pengaplikasian warna senada lebih menimbulkan kesan damai dan tenang. Hal tersebut sangat menunjang karakter tampilan desain rumah yang sederhana, tapi elegan.
Penggunaan warna netral memang selalu aman untuk diaplikasikan. Tapi, terkadang ada orang yang merasa bosan dengan warna itu-itu saja. Tentu orang-orang yang ingin tampil lebih berani menginginkan sentuhan lain.
Untuk mengatasi masalah itu, bisa mengaplikasikan warna-warna pastel yang terkesan lembut. Warna biru langit, hijau dan kuning muda bisa disandingkan dengan warna netral. Tapi bila ingin mempertahankan gaya etnik rumah, sebaiknya singkirkan penggunaan warna lain.
Untuk mendapatkan inspirasi rumah etnik, bisa mencontoh dari model rumah adat yang tersebar di wilayah negara Indonesia. Desain interior perpaduan rumah modern bergaya tradisional harus menerapkan prinsip kesederhanaan dan ketenangan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *